Relung hati seperti berisyarat ingin beranjak dari keramaian, atas cerita, cinta dan asa yang tak pernah berlanjut dari untaian kisah.
Langkah tergontai menuju jalan yang tak pasti, namun sepasang kaki cacat ini seolah bermaksud keras untuk menunjukan kehendak atas keinginan belaka.
Logika yang teracuni oleh ilusi sesaat, merapuhkan rasa kecintaan yang hakiki terhadap Illahi Rabbi.
Hendak bersujud merasa ragu, hendak bertasbih,merasa risih...sungguh hanya keindahanNya yg sanggup membuka mata atas semesta tiada tara,dan hati tiada mati.
Minggu, 17 Agustus 2014
Kesendirian adalah anugerah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar